68 Stand Kuliner Tempo Dulu Bakal Meriahkan Pasar Kangen Jogja 2016

BerandaJogja.com (13/07/16) – Pasar Kangen Jogja tahun ini telah memasuki tahun ke-9 pelaksanaannya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pasar Kangen Jogja kembali digelar di Taman Budaya Yogyakarta pada 19-24 Juli 2016 terbuka untuk umum dan gratis.

68 stand kuliner tempo dulu yang siap memanjakan kawula muda dan menjadi sarana nostalgia bagi orang tua. Selain itu juga akan diramaikan 51 stand kerajinan dan barang-barang kuno yang bakal mengingatkan kembali memori dan kenangan masa lalu tentang kota Jogja.

Acara tahunan ini dilakukan untuk memberikan ruang kepada pelaku seni tradisi di Jogja. Untuk pelaksanaan tahun ini mencoba menitik beratkan untuk mengembalikan khitah Pasar Kangen Jogja yang memang dilangsungkan untuk memberikan ruang kepada mereka yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi.

“Kami melakukan seleksi ketat untuk pengisi stand kuliner, agar kuliner yang hadir memang yang benar-benar tradisi khas Jogja. Selama pelaksanaannya nanti penjaga standnya diwajibkan mengenakan pakaian tradisi juga, ini yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya,“ ujar Ong Hariwahyu, selaku Ketua Panitia Pasar Kangen Jogja.

Stand kuliner yang hadir dalam Pasar kangen nanti bakal menyajikan beragam dagangan mulai dari kuliner tempo dulu seperti thiwul, lopis, ketan, wedang uwuh, cenil, sate gajih, sate kere, kipo, dan sejenisnya.

Produk kerajinan berbasis lawasan juga digelar seperti wayang kardus, topeng kayu, boneka disney, cincin akik, kaset lawasan, piringan hitam, poster dan majalah jadul, kaos motif lawasan dan koleksi buku-buku lawasan.

Berbeda dengan Pasar Kangen Jogja sebelumnya, tahun ini Pasar Kangen Jogja mengangkat tema: Pasar Aja Ilang Kumandhange. Tema ini sengaja dipilih untuk mengingatkan kembali kepada publik, bahwa pasar selain peristiwa ekonomi yang terjadi disana juga ada peristiwa sosial yang menjadi ruh sebuah pasar.

“Kumandhange Pasar itu terjadi karena dulu adanya trasaksi dengan dialog antara pembeli dan pedagang, proses tawar-menawar dagangan. Disitu nilai-nilai kearifan lokal muncul, nilai-nilai kemanusiaan saling dipupuk bersama. Karakter pasar seperti inilah yang sekarang hilang ketika Pasar Tradisional mulai digusur oleh hadirnya Mall dan toko-toko berjejaring yang saat ini mulai merambah kedesa-desa,” tambah Ong Hariwahyu.

Selain hadirnya aneka kuluiner tradisi serta kerajinan, selama pelaksanaan Pasar Kangen Jogja juga bakal dimeriahkan 20 kelompok kesenian tradisional. Jenis kesenian tradisi yang bakal adalah keroncong, jathilan, reog, wayang orang, kethoprak, wayang kulit, ndolalak, angguk, dan kesenian tradisi lainnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Error: Access Token is not valid or has expired. Feed will not update.
This error message is only visible to WordPress admins

There's an issue with the Instagram Access Token that you are using. Please obtain a new Access Token on the plugin's Settings page.
If you continue to have an issue with your Access Token then please see this FAQ for more information.