Air Mata Surga, Film Tentang Perjuangan Cinta Seorang Perempuan Sampai Akhir Hayat

Jogja (08/11/15) – Film dengan genre Drama Religi berjudul Air Mata Surga yang berdurasi 119 menit ini sudah mulai diputar di bioskop-bioskop. Film yang merupakan kisah nyata dari Novel buatan Aguk Irawan berjudul Air Mata Tuhan ini difilmkan dengan judul Air Mata Surga.

Film ini merupakan film yang diproduksi oleh Tujuh Bintang Sinema di tahun 2015 ini yang disutradarai oleh Hestu Saputra dan diproduseri oleh Lela Tresna, Agung Saputra, Dave Gerald dan dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas Tanah Air seperti Dewi Sandra, Richard Kevin, Morgan Oey, Roewina, Adhitya Putri, & Ayu Dyah Pasha.

“Mengapa Air Mata Surga, karena filosofinya adalah air mata yang bisa membuat kamu ke surga..” ucap Agung Saputra selaku produser film Air Mata Surga dalam Bedah Film yang berlangsung di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta.

Film ini bercerita tentang perjuangan seorang perempuan dalam mempertahankan cintanya sampai akhir hayat. Fikri (Richard Kevin), Dokter Ahli Desain sekaligus lulusan Maha Santri di Jakarta, menikahi Fisha (Dewi Sandra), mahasiswi S-2 dari Yogyakarta yang belum lama dikenalnya. Bagi Fikri, Fisha adalah “ranting terindah” yang pernah dia temui dalam belantara kehidupan ini, sehingga dia tidak perlu menunggu lama-lama. Padahal Hamzah (Morgan Oey), teman Fisha sejak kecil, sudah lama menaruh hati pada Fisha.

Saat Fikri ada bisnis di luar kota, Fisha mengalami kesakitan yang luar biasa di perutnya. Dokter memberikan diagnosa bahwa Fisha terkena kanker rahim stadium akhir. Itulah mengapa dia sangat sulit hamil selama ini. Mengetahui bahwa waktunya tidak banyak lagi dan tidak akan bisa punya anak, Fisha mengambil langkah pengorbanan yang luar biasa sebagai seorang istri. Pengorbanan yang membuktikan bahwa cinta sejati itu hadir dalam hati seorang wanita.

Pembuatan film ini berlangsung selama 8 bulan dan mengambil latar tempat di Jakarta & Yogyakarta. Ditanya soal pendalaman peran, Morgan Oey yang berperan sebagai Hamzah menjawab “Susah-susah gampang yaa, padahal saya nggak ada background orang Jawa jadi trus banyak belajar, banyak diskusi biar kita bahasa Jawanya nggak akting harus natural, hasilnya ada di Film..!!”.

Nah buat kalian para pecinta film khususnya film Indonesia, jangan lewatkan film yang satu ini karena ini adalah kisah nyata yang sayang untuk dilewatkan. “Kalau temen-temen lewat ringroad timur kemudian ada Blok-O, belok kiri kemudian ada rumah makan kecil disitulah Fisha lahir dan meninggal dunia.” ucap Aguk Irawan di akhir Bedah Film Air Mata Surga beberapa saat yang lalu.

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.