Akhir Bulan Ini Bakal Terjadi Fenomena Langka Nan Cantik “Super Blue Blood Moon”

Yogyakarta (29/01/18) – Fenomena alam berupa gerhana bulan total akan terjadi lagi di Indonesia pada Rabu, 31 Januari 2018. Bukan gerhana total biasa, fenomena kali ini akan sangat istimewa. Masyarakat tidak hanya bisa menyaksikan gerhana bulan tetapi juga bisa melihat Blue Moon dan Super Moon secara bersamaan yang disebut dengan istilah “Super Blue Blood Moon”. Kejadian Gerhana Bulan Total ini dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia.

Dikutip dari situs resmi BMKG, Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. menjelaskan bahwa pengamatan ini dapat dilihat secara ideal dari daerah perbatasan mulai dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga daerah yang berada di sebelah barat Sumatera, yaitu melintas di Samudera Hindia yang berada sebelah barat Sumatera yang merupakan zona bulan terbit saat fase gerhana penumbra berlangsung.

Selain itu, lokasi yang ideal untuk mengamati fenomena ini di Observatorium Boscha (Lembang), Pulau Seribu, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Planetarium, Museum Fatahilah, Kampung Betawi, Satu Babakan, serta Bukit Tinggi. Selain itu juga dilakukan pengamatan di 21 titik pengamatan hilal. Bahkan, di Makasaar dan Jam Gadang Bukit Tinggi pun terdapat event nonton bersama “Super Blue Blood Moon”. Sedangkan untuk Yogyakarta pengamatan Gerhana Bulan Total akan berlangsung di beberapa titik yaitu Masjid Gedhe Kauman (Alun-Alun Utara), Markas Jogja Astro Club (Gejayan), Dusun Ngloro, Saptosari (Gunungkidul) dan Masjid Agung An-Nuur (Magelang).

Fenomena seperti ini sangat jarang dijumpai dan terakhir kali terjadi 152 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 31 Maret 1866. Meski namanya Blue Moon bukan berarti bulan tersebut selalu berwarna biru. Blue Moon merupakan istilah untuk menyebut bulan purnama kedua dalam satu bulan, karena pada siklus tertentu bisa terjadi dua kali bulan purnama. Sedangkan Super Moon adalah kondisi bulan purnama yang berada di posisi terdekat dengan bumi dengan jarak antara keduanya 48.270 Km sehingga jika dilihat dari bumi bulan akan terlihat lebih besar.

Puncak gerhana bulan total kali ini akan berlangsung selama 1jam 16menit dari pukul 19:51 – 21:07 WIB dengan penampakan bulan berwarna merah darah. Tahun 2018 diprediksi akan terjadi 5 kali gerhana, dua diantaranya gerhana bulan total yang dapat diamati dari Indonesia pada tanggal 31 Januari dan 28 Juli 2018.

Keseluruhan proses gerhana dapat diamati di Samudra Pasifik serta bagian Timur Asia, Indonesia, Australia, dan bagian barat laut Amerika. Gerhana ini dapat diamati di bagian barat Asia, Samudra Hindia, bagian timur Afrika, dan bagian timur Eropa pada saat bulan terbit. Masyarakat dapat mengamati puncak Gerhana Bulan Total ini dapat pada Pukul 20:29,8 WIB ; 21:29,8 WITA ; dan 22:29,8 WIT.

Meskipun fenomena ini merupakan fenomena langka, namun masyarakat harap mewaspadai tinggi pasang maksimun hingga mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari. Fenomena ini pun juga dapat mengakibatkan surut minimum mencapai -100-110 cm yang terjadi pada 30 Januari-1 Februari 2018 di Pesisir: Sumatera Utara, Barat, Sumatera Barat, Selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Dwikorita menegaskan bahwa tinggi pasang maksimum ini akan berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan. (mst)

Foto : www.snopes.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.