Angkat Wisata Gunung Sewu, Pemda DIY Gelar “World Class Geopark” Night Specta 2016

Yogyakarta (01/12/16) – Kawasan Geopark Gunung Sewu yang membentang di 3 Propinsi, yakni DIY – Jawa Tengah – Jawa Timur atau tepatnya terletak di wilayah (3) Kabupaten, yaitu Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan telah dikukuhkan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark Network pada 19 September 2015 lalu di Totorri-Jepang (Kawasan Geopark Global San’in Kaigan).

“Pemberian status geopark kelas dunia ini jelas menjadi sebuah kebanggan bagi Indonesia. Khususnya bagi Yogyakarta yang semakin istimewa, untuk itu perlu adanya sebuah upaya masif dan konkret di dalam menjaga dan terus berupaya untuk melestarikannya. Di luar rasa bangga mendapat pengakuan berkelas dunia tersebut, tersimpan sebuah tanggung jawab besar dalam konteks pengembangan kawasan dan penerapan secara riil konsep pembangunan yang hijau dan berkelanjtan” ujar Aris Riyanta selaku Kepala Dinas Pariwisata DIY saat temu media diHotel Neo Awana Malioboro JL. Pasar kembang Yogyakarta.

Pagelaran yang bertajuk “Gunung Sewu ‘World Class Geopark’ Night Specta 2016” ini akan berlangsung di salah satu Geosite terpilih yaitu Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul pada hari Rabu, 7 Desember 2016 mulai pukul 18.30 WIB.

Pemilihan Nglanggeran sebagai lokasi penyelenggaraan event didasarkan atas beberapa hal antara lain, tersedianya lokasi yang cukup luas untuk pagelaran dalam skala besar, aksesbilitas yang relatif dekat dengan Kota Yogyakarta, dengan kondisi jalan yang mantap dan daya tarik lansekap gunung api purba yang mengesankan. Tetapi hal terpenting yang semakin menguatkan adalah bahwa di Geosite Nglanggeran, pengembangan konsep pembangunan berkelanjutan dengan pendekatan berbasis masyarakat sudah secara konkret dilakukan masyarakat melalui sektor pariwisata.

Dengan didukung oleh keindahan lansekap alam gunung api purba sebagai latar belakang, lokasi pagelaran didesain terbuka (outdoor) akan sangat eksotik pada malam hari dengan didukung atraksi tata cahaya dengan tata suara berkapasitas besar. Hal tersebut bertambah kesan agung dengan tata panggung pertunjukan yang didesain berukuran besar dan setting melayang. Diharapkan rangkaian pertunjukan baik dari tata panggung, tata cahaya, dan tata suara akan menambah spektakuler pagelaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2016 mulai pukul 18.30 hingga selesai ini.

Dalam pagelaran tersebut akan ditampilkan orchestra yang akan dipadukan dengan instrumen pentatonis gamelan Jawa. Tentu ini menambah kesan megah pagelaran. Perpaduan kedua jenis iringan instrumen tersebut dilengkapi dengan penampilan kesenian tari lokal bertajuk “Tari Talang Kencana” yang akan dibawakan secara kolosal oleh 20 penari diiringi komposisi musik yang indah hasil perpaduan orchestra mewakili kebudayaan barat dan gamelan jawa sebagai aset budaya yang harus terus dilestarikan. Melalui penampilan ini, diharapkan akan membawa pesan keharmonisan dalam budaya.

Mengawali performance, akan ditampilkan kidung pambuka oleh Mantradisi, sebuah grup anak muda
Yogyakarta (yang salah satu personilnya adalah putra Nglanggeran) yang mengolah musik eksperimental, memadukan tetembangan macapat yang dirangkai dengan iringan musik yang apik, sehingga menjadi sajian pembuka yang menarik sekaligus magis, dengan memadukan lantunan tradisi dibalut dengan irama kekinian.

Sebagai puncak acara ditampilkan artis Katon Bagaskara yang akan mengobati kerinduan akan lantunan lagu lagu yang sangat lekat di hati masyarakat, yang dikemas dalam kemegahan iringan orchestra, dan diiringi 45 talenta seniman muda, siswa-siswi Sekolah Menengah Musik Yogyakarta. Pemilihan artis Katon Bagaskara didasarkan atas kedekatan dan kecintaan Katon Bagaskara terhadap Yogyakarta dan pesan yang dibawakan melalui beberapa lagu yang menginspirasi untuk tetap semangat bekerja dalam cinta dan ekspresi kecintaan akan alam dan cerita tentang cinta putih dan kerinduan akan keelokan pesona negeri di awan. Tentu saja makna akan kecintaan terhadap sebuah kota juga lugas tersurat dalam lantunan lagu tentang Yogyakarta.

Pada event “Gunung Sewu ‘World Class Geopark’ Night Specta 2016″ ini mengundang 3 (tiga) Gubernur dan 3 (tiga) Bupati, masing-masing Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Jawa Tengah serta Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan serta pengelola jaringan Geopark Nasional. Diharapkan pula akan hadir saudara kembar Geopark Dunia di Indonesia, yaitu Geopark Gunung Batur, Bali yang akan dihadiri Bupati Bangli. Selain itu juga jajaran di Kementerian terkait juga akan turut diundang, yaitu Kementerian ESDM, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian PUPR. Sebagai bentuk promosi dan pengenalan Geopark Gunung Sewu ke dunia dalam aspek kepariwisataan, diharapkan pula hadir perwakilan Kedutaan Besar negara-negara yang mempunyai kunjungan wisatawan yang cukup signifikan di Geopark Gunung Sewu (antara lain: Belanda, Jerman, Amerika, Singapura, Malaysia, Australia, China, Jepang, dan Korea) serta pelaku industri pariwisata, agen perjalanan wisata, perhotelan di wilayah DIY, Jawa Tengah , Jawa Timur, Jakarta, dan Bali.

Untuk melengkapi gelaran Geopark Gunung Sewu Night Specta ini, juga diundang untuk hadir akademisi dan media serta 51 komunitas yang mempunyai kepedulian yang tinggi kepada kepariwisataan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lintas Komunitas Isimewa Peduli Pariwisata.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.