Berbagai Perlombaan Meriahkan Berdirinya Kadipaten Pakualaman Yogyakarta Ke-213

BerandaJogja.com (30/01/19) – Dalam rangka memperingati berdirinya Kadipaten Pakualaman Yogyakarta ke-213 (tahun jawa), Kadipaten Pakualaman menggelar serangkaian perlombaan yang digelar mulai tanggal 20 Januari – 3 Maret 2019 di Kompleks Kadipaten Pakualaman Yogyakarta.

“Peringatan kali ini diawali dengan Donor Darah yang dibuka untuk umum serta Peluncuran Buku tentang Paku Alam V dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan diantaranya; Penulisan Artikel Ilmiah Tingkat Nasional, Grand Prix Lukis Pelajar Paku Alam Cup II Tingkat Nasional, Lomba Mewarnai Motif Batik Tingkat DIY, Lomba Literasi Aksara Jawa Tingkat DIY-Jateng, Lomba Tari Klasik Gagrak Pakualaman Tingkat DIY, Sayembara Macapat Paku Alam Cup VII Tingkat Nasional, Lomba Dolanan Anak, dan Sayembara Jemparingan Mataram Paku Alam Cup III Tingkat Nasional.” papar KPH Kusumoparastho saat temu media di Ruang Danawara Pura Pakualaman Yogyakarta (30/01).

Peringatan berdirinya Kadipaten Pakualaman ini didasarkan pada saat Pangeran Notokusumodiangkat menjadi Pangeran Merdiko dan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam ke-1 pada hari  Senin Pon tanggal 11 Jumadil Akhir tahun Alip 1739 (Jawa) atau 2 Juni 1812M.

“Berdirinya Kadipaten Pakualaman ke-213 diselenggarakan dan direformulasikan dalam upaya menjalankan amanat UU No. 13 tahun 2012 sebagai bentuk peran dan tanggung jawabKasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa.” imbuh KPH Kusumoparastho.

Serangkaian perlombaan yang kental dengan nuansa tradisi khas Yogyakarta, khususnya Pakualaman, dipilih sebagai wujud pelestarian dan terutama sebagai upaya untuk mengenalkan warisan budaya tersebut kepada generasi muda.Hal ini sejalan dengan visi Paku Alam X yaitu melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebaga pengemban kebudayaan.

“Tradisi di Kadipaten Pakualaman sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Yogyakarta, memerlukan peran generasi muda untuk melakukan praktik-praktik tradisi khas Yogyakarta secara langsung, sebagaimana yang dilombakan. Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat khususnya para kawula muda untuk berpartisipasi dalam perlombaan ini.” pungkas KPH Kusumoparastho.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.