“Changing Perspective” Jadi Penanda Satu Dekade Perjalanan ART|JOG

Yogyakarta (12/05/17) – Agenda seni kontemporer tahunan, ArtJog kembali digelar di Jogja National Museum, Jalan Prof Ki Amri Yahya No 1, Yogyakarta, mulai Jumat (19/05/17) hingga Senin (19/06/17). Menandai satu dekade perjalanan ArtJog, kali ini tim kuratorial mengusung tema ‘Changing Perspective’.

Tema tersebut diangkat dengan tujuan ingin mengubah sudut pandang individu yang menganggap tema pandangan Barat dengan pendekatan sains dan teman pandangan Timur pada aspek budaya kerap kurang mewakili pengetahuan masyarakat modern. Paradoks dua persepektif itu yang coba direspon oleh seniman ArtJog.

“Gelaran ArtJog yang sudah memasuki tahun kesepuluh ini membuat kami dan rekan-rekan seniman bersemangat untuk terus mendekatkan seni kepada siapapun tanpa membedakan kelas,” ujar CEO ArtJog, Heri Pemad ketika konferensi pers di The Karaton Ballroom, Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (12/5/2017) sore. Meski sudah berusia sepuluh tahun, ia selalu takjub melihat banyaknya para pengunjung ArtJog yang tidak sebanding dengan tempat dan ukuran gedung yang digunakan. Untuk itu, ia juga memberikan apresiasi kepada para penikmat seni yang mencoba merespon setiap gelaran yang diselenggarakan di ArtJog.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan tim kuratorial telah memilih Wedhar Riyadi sebagai seniman yang mengubah halaman muka gedung pameran dengan ide-idenya. Bertema ‘Floating Eyes’, permainan visual yang dilakukan Wedhar telah merangkum komponen yang dihadirkan ArtJog dalam satu dekade.

“Saya cukup tertantang dengan permintaan dari tim ArtJog,” ujar Wedhar Riyadi sumringah. Tantangan tersebut muncul karena karya yang harus ia buat memikirkan banyak aspek, seperti ketahanan cuaca, tema dan penonton. Ia mengakui dirinya merupakan seniman studio dengan karya dua dimensi. Namun, commission work ArtJog membuatnya harus mengeluarkan ide-ide cemerlang untuk seni di luar ruang.

ArtJog 10 kali ini memberikan sejumlah penampil yang bisa dinikmati pengunjung, diantaranya Toni Broer, Arini Kumara feat Lisa Gracia, Dr and the Professor feat Sruti Respati dan Astri Kusumawardani dan masih banyak lagi. Selain daily performance, ArtJog juga memutarkan film karya sineas Indonesia seperti ‘Setan Jawa’ besutan Garin Nugroho dan memasang kembali patung RJ Katamsi sebagai bentuk penghargaan kepada sosok pendiri akademi seni pertama di Indonesia tersebut.

Teks : www.krjogja.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.