Filipina, Australia, & Mexico Akan Tampil di Yogyakarta Gamelan Festival Ke-21

BerandaJogja.com (20/07/16) Yogyakarta Gamelan Festival, sebuah festival gamelan berskala global ini telah memasuki tahun ke-21 penyelenggaraanya. 21st Yogyakarta Gamelan Festival kali ini mengangkat tema “Gathering” dan berlangsung di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri – Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, selama tiga hari berturut-turut dimulai pada tanggal 22-24 Juli 2016.

“Tahun 2016 menjadi awal dari apa yang sudah dilakukan oleh Yogyakarta Gamelan Festival. Mengumpulkan temuan-temuan selama 20 tahun dalam event selama 3 hari. Menjalin komunikasi serta tukar pikiran diantara pembuat, pemain dan penikmat gamelan. Serta memanfaatkan era globalisasi dalam interaksi budaya. Dengan dasar demikian pula maka YGF kali ini pun mengajak kolaborasi artis senirupa muda Farid Stevy Asta sebagai pembuat Core ID (ilustrasi dasar) dengan “rasa baru” ini diharapkan dapat meletakkan Yogyakarta Gamelan Festival di ranah internasional dalam bentuk visual.” ucap Ari Wulu dari Komunitas Gayam 16 dalam jumpa pers dan tumpengan di PKKH UGM.

“20 tahun menjadi bukti bahwa Yogyakarta Gamelan Festival masih menjadi ajang yang ditunggu-tunggu, dipercaya menjadi salah satu gathering para gamelan lovers dan gamelan players. Menjadi media yang ampuh sebagai transformer budaya. Antusiasme para gamelan players yang akan memamerkan karya-karyanya yang akan diapresiasi oleh gamelan lovers dan masyarakat secara luas. Berhasil mengubah mainset generasi muda terhadap budaya bangsa yang selama ini dianggap tertinggal alias kuno.” tambah Ari Wulu.

Yogyakarta Gamelan Festival sebagai international gathering players, kali ini akan mengumpulkan beberapa pemain Gamelan dari berbagai negara ; Kontra-GaPi (Filipina), David Kotlowy (Australia), Victorhugo Hidalgo and Sean Hayward ft SriMara World Music Collective (Mexico), Keraton Kawitan Amertha Bumi (Kendal), Tarara (Bangkalan), SMP Pawyatan Daha 1 (Kediri), Madu Sekar (Pamekasan) Genta Sawitra Saraswati (Yogyakarta-Bali), Duet Bonang Unggul Anjang (Yogyakarta), Canda Nada (Yogyakarta) dan Pradangga Sawo Kembar (Yogyakarta).

Selain konser yang akan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, seperti tahun-tahun sebelumnya workshop juga akan diselenggarakan kembali. Pada hari pertama, akan ada workshop “Gamelan Karaoke” dengan pemateri Azis Rifkyanto dari “Gamelan Mben Surup”. Workshop “Gergaji Musik” di hari kedua dengan menghadirkan pemateri : Iwan Raditya “Kidung Kelana”, merupakan seniman dan juga musisi dengan instrumen unik yaitu gergaji atau ‘musical saw’ yang akan dilanjutkan dengan diskusi mengenai musik gergaji. Workshop “Srawung Tetembangan” dengan Pemateri : Ki Wahono Simbah akan menjadi workshop di hari ketiga. Wahono Simbah merupakan pengajar tetembangan jawa dari Sanggar Kinanti Sekar dan Sanggar Canka Mahameru, beliau juga pengajar karawitan Gasita UGM.
Workshop kedua yaitu dari salah satu penampil asal Filipina yaitu Kontra-Gapi; Kontemporaryong Gamelan Pilipino, mereka akan menyuguhkan Mixing and Matching Gamelan Instruments & Voices for Innovative Composition & Sound Design, khusus untuk mengikuti workshop ini dilakukan pendaftaran sebelumnya ke 081 343 878 908 (Mita).
Selama konser berlangsung, begitu memasuki area PKKH UGM, pengunjung akan dimanjakan oleh pameran seni gamelan dan juga stand kuliner untuk menyediakan pengunjung yang ingin menikmati masakan tradisional.

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.