Gandeng FSC, Tetra Pak Indonesia Edukasi Masyarakat di Hutan Kulon Progo Jogja

BerandaJogja.com (23/02/19) – Tetra Pak Indonesia, perusahaan global terkemuka yang bergerak di bidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman bekerja sama dengan Forest Stewardship Council (FSC) baru saja melakukan kunjungan di hutan bersertifikasi Kecamatan Kalibawang dalam rangka mengedukasi masyarakat Kulon Progo pada Kamis (21/2).

“Permasalahan lingkungan dan sampah akibat implikasi aktifitas konsumsi dan industri makin menguat sebagaimana diperlihatkan oleh komitmen dan target Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLH) pada penanganan sampah 70% pada 2025, menjawab adanya kebutuhan tersebut, Tetra Pak Indonesia bekerja sama dengan Forest Stewardship Council (FSC) tergerak untuk mengedukasi dan mengenalkan praktik pengelolaan hutan yang bertanggung jawab kepada publik melalui kunjungan ke salah satu hutan di Kulon Progo.” papar Reza Andreanto selaku Environment Manager Tetra Pak Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut konsumen dapat menyaksikan langsung praktik pengelolaan hutan yang bertanggungjawab mulai dari penanaman, pemotongan, hingga pemanfaatan hasil hutan. Sedangkan untuk pemilihan Sumber Daya Alam terbarukan, Tetra Pak Indonesia telah memilih SDA terbarukan yang dikelola secara bertanggung jawab dari hutan tersertifikasi FSC.

“Kami telah memanfaatkan material kertas dan tebu agar kemasan karton kami dapat kembali ke alam. Secara rata-rata, kemasan karton Tetra Pak dibuat hampir 75% materi terbarukan.” imbuh Reza.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan materi terbarukan saja tidaklah cukup, harus dibutuhkan sebuah proses sertifikasi dan penilaian “Chain Of Custody” yang seksama untuk memastikan praktiknya bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Sedangkan Indra Setia Dewi dalam kesempatan itu mengatakan, kolaborasi dengan Tetra Pak Indonesia telah dijalankan melalui beragam acara seperti FSC Friday, FSC Indonesia Leadership Forum, FSC Comer, dan FSC Goes to School. Semua itu, untuk mendorong para pelaku bisnis makanan minuman dan menjangkau para konsumen untuk memilih produk berlebel FSC yang menggunakan bahan baku kemasan karton dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab.

“Dengan menggunakan produk bertanda FSC, maka pelaku bisnis makanan minuman secara tidak langsung mendukung percepatan implementasi target SDG antara lain target ke 15 dengan cara Pengelolaan Sumberdaya Alam Berkelanjutan.” pungkas Dewi.

Sumber : Antara Jogja

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.