Kabupaten Blora dan Boyolali Jadi Destinasi Terakhir Anjangsana Kebudayaan

Yogyakarta (26/08/18) – Setelah diselenggarakan di beberapa daerah wilayah Jawa Tengah, kegiatan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan memilih Blora dan Boyolali menjadi destinasi kota terakhir dalam program kegiatan roadshow site performance “Anjangsana Kebudayaan”ini.

Pada kesempatan tersebut seluruh peserta mendapatkan sajian alunan musik gamelan yang dimainkan oleh siswa SMA N 1 Boyolali sehingga semakin menambah keharmonisan suasana lokal dalam penyambutan peserta Anjangsana Kebudayaan. Para peserta kemudian diajak untuk menari Topeng Ireng dan mencicipi menu lokal yang telah disajikan.  Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku seni dari 10 negara seperti Indonesia, Inggris, Belanda, Malaysia, dan negara – negara lainnya  yang berjumlah 200 orang dalam kegiatan site perfomance “Anjangsana Kebudayaan”.

Dipilihnya SMA N 1 Boyolali dalam kunjungan kegiatan ini yakni dianggap mewakili bagaimana proses regenerasi dari gamelan. “Festival ini ke depan menjadi kegiatan yang dapat diharapkan berkumpulnya para penggamel di seluruh dunia. Kita semua bisa melihat regenerasi berjalan terus terhadap gamelan,” ujar  Ahmad Mahendra, S.Sos. selaku Kabag Umum dan Kerjasama Ditjen Kebudayaan Kemendikbud.

Dihadirkannya para peserta Siswa Sukro dari London ini juga diharapkan saling memberi motivasi antar sesama penggamel dan rasa ingin terus belajar budaya gamelan. Sehingga tak hanya disambut dengan alunan musik gamelan dan menari bersama tetapi para peserta juga diajak berkolaborasi memainkan musik gamelan gending “kebogiro” bersama para siswa SMA N 1 Boyolali.

“Memotivasi anak-anak dengan berkolaborasi dengan bagus. Hingga anak-anak ada rasa memiliki dan makin memiliki serta bangga dengan gamelan itu,” imbuhnya.

Sebelumnya para peserta site performance”Anjangsana Kebudayaan” ini mengunjungi sentra kerajinan proses pembuatan gamelan ”Dallank Art” milik Suwaldi yang sudah turun menurun keempat generasi yang berada di Daerah Pengging tepatnya di Dukuh Candirejo, Banyudono Boyolali..

Selain Kabag Umum dan Kerjasama Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Ahmad Mahendra, S.Sos. berharap kegiatan ini mampu menunjukkan bahwa gamelan merupakan salah satu budaya tanah air. “Tujuannya sebenarnya adalah tempat situs di Blora, Karanganyar, Wonogiri dan Boyolali menujukkan gamelan itu sudah sangat mengakar. Gamelan itu sudah biasa dan dari sejak dini,” terangnya.” Ujarnya.

Di hari sebelumnya (15/08) seluruh peserta juga diajak mengunjungi Kabupaten Blora untuk mengunjung Situs Sumur Minyak Tua dan belajar Tari Tayub serta menjadi Heritage Locomotive Tour.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Error: Access Token is not valid or has expired. Feed will not update.
This error message is only visible to WordPress admins

There's an issue with the Instagram Access Token that you are using. Please obtain a new Access Token on the plugin's Settings page.
If you continue to have an issue with your Access Token then please see this FAQ for more information.