Paksi Raras Alit Sukses Gelar Pertunjukkan Musik Macapat Bertajuk “Goro Goro Diponegoro”

Yogyakarta (14/09/17) – Pertunjukkan musik macapat bertema Goro Goro Diponegoro sukses digelar di Tembi Rumah Budaya pada Kamis (14/09/2017) malam. Pementasan seni nan kental akan nuansa trans-kultural yang menunjukkan kekuatan tradisi sastra Jawa tembang macapat ini secara artistik divisualkan menjadi sebuah tontonan yang memadukan lambang dinamika budaya digital. Pertunjukan yang menampilkan Paksi Raras Alit sebagai penulis naskah sekaligus sebagai penampil dari Kelompok Seni Mantradisi ini berkolaborasi dengan Sanggar Seni Kinanti Sekar dan digelar di Amphiteater Tembi, Sewon, Bantul.

“Hampir di setiap daerah di seluruh tanah air hingga kini masih tersimpan karya-karya sastra lama, yang pada hakikatnya merupakan cagar budaya nasional, salah satunya adalah macapat. Karya sastra lama dapat memberikan khazanah ilmu pengetahuan beraneka ragam. Tak dipungkiri, dalam perjalanannya karya-karya sastra tersebut akan menghasilkan ciri khas kebudayaan daerah, yang meliputi pandangan hidup serta landasan falsafah yang mulia dan tinggi nilainya. Modal tersebut yang tersimpan dalam karya-karya sastra daerah, seperti macapat, yang pada akhirnya akan menunjang kekayaan sastra di Indonesia pada umumnya.” papar Paksi sebagai penulis naskah dan Penggagas Goro Goro Diponegoro saat temu media di Tembi.

Paksi menambahkan, “Goro Goro Diponegoro ini merupakan kreasi Puisi Jawa macapat sebagai media utama, yang menceritakan babak sejarah Perang Jawa (1825 1830 dengan Pangeran Diponegoro sebagai tokoh utama dalam peristiwa perebutan kekuasaan Belanda melawan rakyat Jawa. Diceritakan campur tangan pihak Belanda dalam pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta yang menimbulkan kemarahan Pangeran Diponegoro, yang akhirnya memicu peperangan. Pangeran Diponegoro bersama rakyat memerangi Belanda hampir di sebagian Pulau Jawa. Banyak korban yang berjatuhan di peperangan tersebut, yang berakhir dengan penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jendral De Kock di Magelang.”

Pertunjukan musik Macapat Goro Goro Diponegoro yang digelar sebagai Program Bulanan Forum Musik Tembi, turut menampilkan Andi Wicaksono (Dalang), Kinanti Sekar Rahina (Penar), Gardika Gigih, Alit Jabangbayi, Gundhissos, Dibya lmam Prasetya, Rizki Septiandi, Nikko YAS, dan Jaeko.

“Pementasan musik yang membawakan sebelas tembang Jawa macapat ini merupakan sebuah bentuk dukungan dari Forum Musik Tembi kepada Kelompok Seni Mantradisi yang turut berpartisipasi sebagai peserta sekaligus pengisi album kompilasi Festival Musik tembi pada tahun 2016.” pungkas Paksi.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Error: Access Token is not valid or has expired. Feed will not update.
This error message is only visible to WordPress admins

There's an issue with the Instagram Access Token that you are using. Please obtain a new Access Token on the plugin's Settings page.
If you continue to have an issue with your Access Token then please see this FAQ for more information.