Raksasa Dari Jogja, Film Kisah Cinta Penuh Liku Yang Bikin Baper

Jogja (27/03/16) -Raksasa Dari Jogja, film dengan genre drama romantis ini diangkat berdasarkan novel best seller karya Dwitasari. Film Raksasa Dari Jogja ini disutradarai oleh Monty Tiwa dan dan dibintangi oleh Karina Salim, Abrar Adrian, Stella Cornelia, Dwi Sasono, Ray Sahetapy dan masih banyak lagi. Film yang diproduseri Chand Parwez Servia ini akan tayang di bioskop 31 Maret 2016.

“Kalau boleh jujur, sebenernya tokoh Gabriel itu sejujurnya ada, dulu aku nulis ini sekitar saat usia 16tahun dan itu saat aku lagi baper-bapernya sama salah seorang cowok tinggi 165cm yang ada di salah satu SMA di Jogja yang isinya cowok semua, terus setelah hubunganku berakhir sama dia, aku memutuskan untuk mengabadikan kisah Gabriel ini lewat tulisan.” ujar Dwitasari dalam jumpa pers di Ambarrukmo Plaza Yogyakarta usai nobar khusus Raksasa Dari Jogja.

Film yang mengambil latar tempat di Jakarta dan Yogyakarta selama satu bulan ini bercerita tentang seorang gadis cantik bernama Bianca (Karina Salim), Dia baru saja mengalami kepedihan cinta karena keluarga dan sahabatnya sendiri. Demi memulai hidup baru, Bianca memutuskan untuk kuliah di Yogyakarta, kota yang sangat terkenal dengan kenangan manis bagi setiap orang dan juga keramahan masyarakatnya.

“Saya disini berperan sebagai Bian, Bian itu cewek yang rapuh bertabrakan sekali dengan karakter saya. Jadi, pada saat sebelum mulai syuting aku ada proses observasi sebentar, aku punya salah satu temen yang memang keluarga broken home.” ujar Karina Salim

Di kota Yogyakarta tersebut Bianca bertemu dengan pria tampan berpostur jangkung bernama Gabriel (Abrar Adrian), Akan tetapi Gabriel menderita penyakit gigantisme. Gigantisme disebabkan oleh kelebihan jumlah hormon pertumbuhan. Tidak terdapat definisi tinggi yang merujukan orang sebagai “raksasa”. Dari situlah Bianca di ajarakan tentang pengertian apa itu cinta.

Dari pertemuan tersebut keduanya mulai membuka mata dan juga benih benih cinta pun bermunculan. Bianca melihat cinta dengan cara yang berbeda dari dalam diri Gabriel. Kehidupan getir yang dialami Bianca membuatnya sadar bahwa cinta dapat hadir dari mana saja, siapa saja, dan kapan saja, termasuk dari sosok “raksasa” dari Jogja yang telah berhasil mengubah cara pandangnya akan cinta.

“Pesan moral di film ini banyak banget seperti yang kita sama-sama tahu keaadan Indonesia sekarang ada beberapa tokoh masyarakat atau tokoh politik seperti tokoh yang diperankan Om Ray Sahetapy itu beneran ada. Mungkin sampai sekarang KDRT itu masih sangat banyak jadi mungkin dengan adanya film ini bisa lebih menguak lagi, terus satu lagi memberikan pesan supaya apapun yang terjadi kalau kita ada masalah, pulanglah kembalilah kepada keluarga.” tambah Karina Salim.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.