‘Ziarah’ Karya BW Purba Negara Bakal Berlaga Di Festival Film Internasional

Yogyakarta (02/11/16) – Ziarah, sebuah film besutan sutradara BW Purba Negara akan diputar perdana pada Salamindanaw Asian Film Festival 2016 di Filipina. Sebelumnya, film karya filmmaker asal Yogyakarta ini dinominasikan dalam ajang Apresiasi Film Indonesia dan Festival Film Indonesia untuk kategori Penulis Skenario Asli Terbaik. Film Ziarah akan berkompetisi dengan film-film terbaik Asia pada ajang yang akan diadakan pada tanggal 7 s.d. 13 November 2016 ini.

Salamindanaw Asian Film Festival adalah festival film internasional pertama di Filipina Selatan, yang dipelopori oleh sutradara terkemuka dari Filipina, Teng Mangansakan. Festival ini bertujuan untuk mempromosikan film-film Asia dengan fokus pada karya-karya independen yang dibuat oleh sutradara-sutradara muda berbakat yang dinilai mampu membawa perpsektif Asia dalam karya-karyanya, dalam rangka mendukung lahirnya gerakan baru perfilman Asia Tenggara. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gerakan tersebut, festival ini juga melibatkan publik dalam menciptakan wacana populer dan kritis pada seni dan sinema. Sebelumnya film-film Indonesia yang pernah diputar dalam festival ini antara lain; Jalanan karya Daniel Ziv, Mencari Hilal karya Ismail Basbeth dan Mulih karya Fajar Martha Santosa.

Film Ziarah berkisah tentang perjalanan Mbah Sri, nenek berusia 95 tahun, untuk mencari makam suaminya yang hilang semasa perang Agresi Militer Belanda II pada tahun 1949. Setelah  sekian puluh tahun tak mengetahui dimana makam suaminya, akhirnya Mbah Sri meneguhkan hati untuk memulai perjalanan ini. Keinginannya sederhana, hanya agar dapat dimakamkan bersanding dengan suaminya. Mbah Sri memiliki tujuan untuk dapat kembali menjadi satu bersama sang suami di dalam tanah yang selama ini menaungi. Bersamaan dengan perjalan tilas sejarah Mbah Sri, terungkap pula tabir sejarah kelam bangsa ini. Sejarah tentang orang-orang yang berdialog dengan tanahnya, memperjuangkan tanahnya, dan kehilangan tanahnya.

Dalam pemilihan pemeran, agar lebih otentik  BW Purba Negara sengaja meng-casting orang-orang yang benar-benar pernah mengalami masa perang.  Salah satunya adalah Mbah Sri yang diperankan oleh mbah Ponco Sutiyem, seorang nenek berusia 95 tahun warga kecamatan Ngawen, Gunung Kidul. Pada masa agresi militer Belanda II, suaminya ditangkap oleh Belanda. Pada waktu itu mbah Ponco berhasil melarikan diri, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanannya diwarnai kejaran peluru. Untungnya ia selalu menemukan cara untuk menyelamatkan diri. Oleh BW Purba Negara, beberapa potongan pengalaman mbah Ponco ini  dimasukkan sebagai bagian dari cerita film Ziarah. Meskipun mbah Ponco sebelumnya tidak memiliki pengalaman akting, tetapi pengalaman hidup semasa perang itu cukup untuk dijadikan modal akting yang kuat. Dengan latihan intensif, akhirnya mbah Ponco bisa bermain dengan prima. Selain mbah Ponco, ada juga tokoh tentara veteran yang turut berperan untuk film ini. Dengan pemilihan pemeran yang seperti itu, akting para tokoh film Ziarah ini jadi tampak dramatis, unik, dan otentik. Jauh dari stereotype akting film mainstream. Selain itu, Film Ziarah sekaligus juga memberi ruang ekspresi bagi orang-orang yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan ruang di media mainstream, seperti yang tertulis di release yang redaksi terima.

Film Ziarah merupakan film layar lebar pertama BW Purba Negara yang diproduksi dengan semangat independen bersama tim yang seluruhnya merupakan filmmaker asal Yogyakarta. Sebelumnya, BW Purba Negera telah aktif dalam membuat karya-karya yang berupa film pendek yang sudah meraih berbagai penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Karya-karyanya antara lain Kamu di Kanan Aku Senang (2013), Bermula dari A (2011), Cheng Cheng Po (2007), Musafir (2008), Digdaya Ing Bebaya (2014)  dan masih banyak lagi.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Error: Access Token is not valid or has expired. Feed will not update.
This error message is only visible to WordPress admins

There's an issue with the Instagram Access Token that you are using. Please obtain a new Access Token on the plugin's Settings page.
If you continue to have an issue with your Access Token then please see this FAQ for more information.