Perluas Peluang Bisnis Bagi Mitra GoFood dan GoCar, Gojek Gelar Pelatihan Wirausaha Kuliner di Jogja

BerandaJogja.com (18/10/19) – Gojek, aplikasi karya anak bangsa dan terkemuka di Asia Tenggara khususnya Indonesia baru saja menggelar Gojek Wirausaha – pelatihan manajemen berbisnis yang ditujukan untuk mengembangkan potensi UMKM melalui pelatihan tatap muka, serta akses langsung ke pasar digital melalui pendaftaran GoFood di tempat bagi UMKM kuliner.

“Sebagai pemimpin layanan pesan-antar makanan dengan pangsa pasar sebesar 75% di Indonesia, Gojek melalui layanan GoFood selalu berkomitmen memajukan bisnis kuliner UMKM agar dapat secara konsisten meningkatkan skala bisnisnya. Upaya mendorong pencapaian ini kami lakukan dengan beragam inisiatif salah satunya melalui pelatihan Gojek Wirausaha bagi mitra GoFood. Gojek juga ingin merangkul pasangan mitra GoCar untuk bisa berwirausaha dengan menjadi mitra GoFood.”  tutur Delly Nugraha selaku VP Region Gojek, Regional Jateng DIY.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 150 mitra GoFood dan mitra driver GoCar beserta pasangannya di Yogyakarta, diisi dengan talk show cerita sukses dan tips bisnis kuliner bersama Mitra GoFood yang sukses merintis usahanya dari nol serta Chef Anton Yanwar Susilo, chef hotel bintang lima berpengalaman di industri kuliner perhotelan, pengajar serta juri di ajang kompetisi kuliner sebuah  program televisi. Dalam kesempatan tersebut Chef Anton memberikan pengetahuan seputar membuat dan mengemas makanan kekinian yang menguntungkan. Pelatihan ini ditutup dengan pendaftaran mitra GoFood yang dibuka untuk pasangan mitra driver GoCar.

“Yogyakarta menjadi salah satu dari lima wilayah dengan pertumbuhan transaksi terbanyak bagi GoFood.  Hasil riset Nielsen Singapura be​rjudul ​“Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” pun mengungkap bahwa 84% masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri (39%). Keberhasilan ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara. Dalam enam bulan terakhir, tercatat jumlah transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis layanan pesan-antar makanan lewat GoFood masih memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang.” imbuh Delly.

Selain itu, di sisi mitra ​merchant, Delly menyatakan GoFood juga terus berinovasi supaya​ merchant bisa menawarkan lebih banyak pilihan, mempromosikan menu hingga mengatur operasional mereka. “Inovasi terbaru kami di sisi merchant adalah aplikasi pengelolaan restoran khusus mitra ​merchant, GoBiz , dimana mereka bisa mengakses data untuk membantu menganalisis performa bisnis dari waktu ke waktu hingga mengelola operasional sehari-hari. Yang menarik dari aplikasi ini, ​merchant ​ bisa secara mandiri mengatur  dan menawarkan promo khusus untuk restoran mereka sendiri,” ujar Delly.

Dia menambahkan, merchant yang memaksimalkan teknologi GoBiz telah terbukti meningkatkan kenaikan transaksi sebanyak rata-rata 37% dan terdapat 2-10x lipat kenaikan penjualan merchant yang mengelola sendiri pertumbuhan bisnisnya dengan menggunakan self-servicepromotiondi GoBiz . ​Saat ini, di GoFood telah ada lebih dari 400 ribu ​merchant di Asia Tenggara, ​96% mitra ​merchant GoFood adalah pelaku kuliner yang memulai usahanya dari bisnis kecil dan rumahan.

Mengacu pada riset yang digelar oleh Lembaga Demografi Universitas Indonesia di sepanjang tahun 2018, 92% mitra UMKM bergabung di Gojek karena teknologi GoFood. Mitra terima informasi pesanan sebelum driver tiba. Bahkan mitra  bisa juga mengubah menu, harga, foto, jam operasional secara mandiri lewat aplikasi GoFood. 92% juga karena kemudahan pembayaran lewat GoPay dan 87% bergabung karena keamanan transaksi menggunakan PIN antara merchant dan driver.

93% Mitra UMKM meningkat volume transaksinya setelah menggunakan aplikasi manajemen merchant GoFood. Riset ini juga menemukan fakta di Yogya bahwa GoFood telah mendorong wirausaha digital. Mayoritas UMKM pertama kali go-online dan terima pembayaran non-tunai setelah bergabung di GoFood, dan setelah bergabung mitra UMKM alami 40% kenaikan omzet; dan 95% UMKM alami kenaikan volume transaksi.

“Program ini digelar sebagai wujud komitmen Gojek untuk mendorong pertumbuhan UMKM kuliner yang memberikan dampak positif bagi masyarakat secara luas diantaranya kontribusi pertumbuhan ekonomi daerah dan wisata kuliner, kemudahan membeli makanan serta perluasan lapangan kerja.” pungkas Delly

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.