Ditonton 2 Juta Lebih Penonton, Sheila Dara Datang dari Masa Depan di Sore

BerandaJogja.com (01/08/25) – Di saat film-film percintaan masih ramai menampilkan konflik orang ketiga dan pelakor sebagai bumbu utama, film “Sore: Istri dari Masa Depan” tampil beda. Film ini tak bicara soal rebutan pasangan atau keretakan rumah tangga. Justru sebaliknya ia bicara tentang cinta yang matang, tenang, dan berani melepaskan.

“Sore datang dari masa depan bukan untuk merebut siapa-siapa. Karakterku datang karena cinta,” ujar pemeran Sore, Sheila Dara disela pemutaran film “Sore: Istri dari Masa Depan” di Yogyakarta, Kamis (31/7/2025).

Film ini merupakan adaptasi dari web series berjudul sama yang sudah ditonton lebih dari dua juta kali. Namun alih-alih sekadar memperpanjang cerita, versi layar lebarnya justru menggali lebih dalam sisi emosional tiap karakter.

“Dia ingin memastikan orang-orang yang dia sayangi bisa melanjutkan hidup. Ini bukan tentang orang ketiga. Ini tentang keikhlasan,” lanjut Sheila.

Film Sore memang membawa elemen perjalanan waktu, namun bukan dalam bentuk teknologi atau mesin masa depan. Bagi sutradara Yandy Laurens, waktu di sini hanyalah metafora.

“Film ini tentang jeda dalam hidup. Tentang titik ketika kita memandang kembali perjalanan, dan menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita simpan selamanya,” katanya.

Yandy menambahkan, film ini lahir dari pengalaman personal dalam menjalani relasi penuh kasih tanpa syarat. Baginya, cinta tak selalu harus berakhir dengan bersama. Ada cinta yang justru selesai karena sudah mencapai bentuknya yang paling utuh.

“Sheila datang bukan karena motif klise, tapi karena ia sudah melewati semua rasa, dan tahu bahwa yang paling ia cintai harus dilepaskan,” ucapnya.

Untuk mendukung emosi cerita, film ini mengambil lokasi syuting di tempat-tempat sunyi dan jauh dari rumah Indonesia, Finlandia, hingga sebuah desa kecil di Kroasia dengan hanya 50 penduduk.

“Kami pilih tempat-tempat itu karena mereka mencerminkan kondisi batin karakter. Sunyi, asing, dan kosong,” jelas Yandy.

Penonton yang datang pun tak hanya menonton sekali. Banyak yang menonton ulang hingga 10 kali, bahkan mengirimkan pesan-pesan menyentuh.

Sore bukan tentang siapa yang merebut siapa. Tapi tentang keberanian untuk berpamitan, saat cinta sudah menyentuh bentuknya yang paling tulus.

“Kami enggak pernah pasang target penonton. Ketika ada yang bilang film ini menemani masa-masa berat mereka, itu lebih dari cukup,” ujar Yandy.

Palupi Sastro/#berandajogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *