Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/berj3585/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Dari Album ke Galeri Seni, Marsmolys Hadirkan Pengalaman Musik yang Bisa Dilihat dan Dirasakan

Pameran ini menjadi cara unik Marsmolys menerjemahkan album kedua mereka, The Progeny of Holy Moly, ke dalam bahasa seni rupa. Bukan sekadar memajang karya visual, pameran ini menghadirkan pengalaman yang mengajak pengunjung masuk ke semesta musik Marsmolys melalui lukisan, instalasi, pertunjukan performans hingga visual mapping.

Tajuk The Post-Naissance sendiri terinspirasi dari kata renaissance, namun dimaknai sebagai kondisi “pasca kelahiran”. Gagasan tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh karya dalam pameran.

Yoga Bhakti, gitaris Marsmolys sekaligus penggagas pameran, mengatakan proyek ini lahir dari keinginan membawa pengalaman musik keluar dari panggung dan hidup dalam bentuk ruang, visual, serta pertemuan berbagai praktik seni.

“Walaupun Marsmolys identik dengan musik, kami selalu punya hubungan erat dengan seni visual. The Post-Naissance adalah perpanjangan tangan dari album The Progeny of Holy Moly sekaligus kesadaran bahwa seni musik tidak bisa lepas dari seni visual,” ujar Yoga.

Pameran ini juga menunjukkan bagaimana batas antara musik dan seni rupa semakin kabur. Menurut penulis pameran, Tomi Firdaus, kolaborasi lintas medium justru menjadi kekuatan dalam praktik seni kontemporer saat ini.

“Ini bukan lagi masanya mengotak-ngotakkan musik dan seni rupa. Yang menarik hari ini justru ketika keduanya saling mendukung dan berkolaborasi,” katanya.

Sebanyak 17 perupa terlibat dalam pameran ini. Mereka menghadirkan beragam karya yang lahir sebagai respons terhadap frekuensi, energi, dan semesta musik Marsmolys. Pengunjung juga dapat menyaksikan performance art oleh Sobri Lail serta visual mapping karya Adi Novianto yang memperkuat pengalaman ruang secara imersif.

Direktur Galeri R.J. Katamsi, Nano Warsono, turut hadir dalam pembukaan yang dihadiri komunitas musik, pegiat seni rupa, dan pelaku industri kreatif Yogyakarta. Peresmian pameran dilakukan oleh Suwarno Wisetrotomo.

Bagi Marsmolys, pameran ini menjadi bukti bahwa sebuah album tidak berhenti sebagai karya audio. Musik dapat menjelma menjadi ruang, visual, hingga pengalaman kolektif yang mempertemukan berbagai disiplin seni dalam satu tempat.

Pameran The Post-Naissance berlangsung hingga 13 Juni 2026 dan terbuka untuk umum.

Palupi Sastro/#berandajogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *